Info Catatan Terkini Yang Selalu Update

Kamis, 18 Juli 2019

Penting, Ini 3 Kriteria Bully pada Anak

Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Mei 2018 temukan sekitar 358 masalah bully atau penghinaan berlangsung pada anak. Lebih, aktor masalah bully itu angkanya semakin banyak dibanding sebagai korban.

Dari data yang sama, sebesar 25,5 % anak tertera jadi aktor bully. Sesaat, sebesar 22,4 % anak sebagai korban bully itu. Ini butuh jadi perhatian besar terutamanya beberapa orangtua supaya dapat menahan masalah penghinaan itu.



Walau demikian, beberapa orang tua yang belum dapat memperbedakan waktu anaknya terjebak bully atau perselisihan. Ketidaksamaan antar ke-2 ini seringkali dipandang remeh hingga beberapa orang tua yang salah pengertian.

"Biasanya anak cuma narasi ke orangtua ujungnya saja. Contoh, saya dipukul lalu usai serta orangtua kira itu ialah bully. Walau sebenarnya semestinya orang-tua konfirmasi dahulu seperti apa ceritanya semenjak awal," tutur Psikolog Jane Cindy M.Psi., dalam jumpa media Rumah Sakit Pondok Indah di lokasi Blok M, Jakarta, Kamis 18 Juli 2019.

Waktu orangtua telah dengar narasi anak keseluruhannya, karena itu ada tiga point penting yang dapat digolongkan jadi bully yaitu terdapatnya kemauan menyakiti, tidak seimbangan kemampuan fisik, serta dikerjakan berulang-ulang dengan jarak bersisihan.

"Jika anak ada di perselisihan, umumnya kemampuan antar kedua-duanya seimbang serta tidak dikerjakan dengan berulang-ulang dalam jarak bersisihan," tuturnya.

Bila memang anak terjebak dalam masalah bully, karena itu orang-tua butuh memberitahu kepada pihak sekolah bila memang hal itu berlangsung di sekolah. Diluar itu, ajari anak untuk lakukan pertahanan waktu mendapatkan kekerasan fisik dari aktor bully.

"Pertama pasti lapor guru. Ke-2, ajari anak untuk meredam waktu ia dipukul bukan dengan memukul balik," katanya.(nsa)

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog