Info Catatan Terkini Yang Selalu Update

  • Arti Kata 'Idol'

    Kita pasti sering mendengar kata IDOL, tapi mungkin nggak terlalu mengetahui makna sebenarnya kata tsb. Mungkin juga kamu menganggap kata tsb sama dgn sebutan IDOLA dlm bahasa melayu karena bunyinya hampir sama.

  • Senjata Dalam Angka - Gak Semua Orang Tahu

    2 Peluru Untuk setiap Orang di dunia60% pelanggaran hak asasi manusia melibatkan senjata api ringan dan kecil12 Miliar peluru yang dibuat saban tahun74% senjata di seluruh dunia5 Negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang menyuplai senjata plus Jerman26 Juta Orang terpaksa.....

  • Hal Yang Positif Dari Merokok

    Tanggal 31 Mei ditetapkan sebagai hari tanpa tembakau sedunia, hari ini dimana-mana banyak terpampang kampanye anti rokok karena menurut mereka merokok dapat menyebabkan kanker

  • Sejarah Sendal Jepit Yang Tak Terusik

    Jika Alexander Graham Bell ngaku - ngaku menemukan telepon padahal dia cuman mematenkan penemuan orang, Jika Thomas Alfa Edison ngaku - ngaku yang pertama kali menemukan bola lampu, padahal dia hanya peniru (plagiat)

  • 5 Musisi Yang Terkenal Dengan Sebutan Club 27

    Kematian Amy Winehouse mengingatkan kita pada musisi-musisi muda yang tewas di masa keemasaan mereka. Popularitas dan karir musik cemerlang tak lagi bisa menyelamatkan hidup mereka dari jeratan alkohol, drug, atau kebiasaan buruk yang kerap mereka lakoni di tengah spotlight dunia hiburan.

Rabu, 07 Agustus 2019

Kisah Desa yang Kehilangan Negaranya

Jauh di pedalaman India sana tersimpan narasi yang mengiris hati. Satu desa, yang kehilangan negaranya.

Desa Turtuk namanya. Mungkin namanya kurang familiar di telinga traveler. Tidak ayal, tempatnya seakan tersembunyi di daratan tinggi Ladakh, India. Jauh dari mana-mana serta perlu perjalanan panjang untuk datang disana.



Turtuk dikatakan sebagai 'Desa yang Kehilangan Negaranya'. Turtuk adalah sisi dari India, tetapi dahulunya ialah daerah dari Pakistan.

Sejarahnya, di tahun 1971 saat peperangan di antara India serta Pakistan. India kuasai Turtuk sebab dipandang adalah daerah yang beresiko. Dipandang, tentara Pakistan dapat masuk melalui situ serta seterusnya menyerang daerah India yang lain.

Celakanya, saat itu India betul-betul mengisolasi Desa Turtuk. Penduduknya dijaga tiap hari, tidak bisa ada yang tinggalkan desa. Juga beberapa orang desa yang sedang merantau serta ingin pulang ke desanya, tidak diperbolehkan masuk

Masyarakat Desa Turtuk juga tidak dapat menantang India. Mereka kalah jumlahnya, ditambah lagi perlengkapan perang. Penduduknya cuma dapat pasrah serta merelakan kenegarannya bertukar dari masyarakat negara Pakistan jadi masyarakat negara India.

Beberapa waktu akhir-akhir ini, Turtuk jadi tujuan anti mainstream buat traveler dunia yang menyukai bertualang. Untuk ke arah Turtuk perlu perjuangan yang tidak gampang.

Hanya satu jalan keluar-masuk kesana ialah lewat Kota Leh. Jaraknya 250 km, meliak-liuk di pegunungan serta medan yang berat.

Asal tahu saja, Desa Turtuk ada di Lembah Nubra serta dikelilingi Sungai Shyok. Lembah itu masuk dalam lokasi Ladakh di Negara Sisi Jammu serta Kashmir, India sisi utara.

Desa Turtuk ada pada ketinggian 2.900 mdpl. Jika musim panas, dapat sangat terasa panas. Oleh karenanya, penduduknya mempunyai budaya unik dengan menumpuk bebatuan dalam jumlahnya besar seperti seperti bunker.

Tumpukan bebatuan akan membuat udara jadi dingin. Lalu di situlah, beberapa bahan makanan seperti daging serta yang lain disimpan supaya bisa awet. Satu skema pendinginan alami yang menarik, yang mereka ucap 'Nangchung' alias Rumah Dingin.

Lebih menariknya , Masyarakat Desa Turtuk berpedoman agama Islam. Jangan bingung, banyak wanitanya yang kenakan jilbab serta ada masjid.

Mereka disebutkan Muslim Noorbakshia, yang bahasanya Balti (satu bahasa Tibet dengan dialek terkuno). Untungnya saat pemerintah India menempati desa itu di jaman dahulu, tidak ada desakan geser agama atau yang lain. Masyarakat Desa Turtuk masih dibiarkan dengan agama yang dianutnya.

Masyarakat Desa Turtuk hidup lewat cara berladang. Tanahnya yang subur, membuat mereka gampang untuk menanam beberapa tumbuhan serta memperoleh bahan makanan. Ada kenari, gandum, buah aprikot serta masih banyak. Mereka berternak sapi, jadi sumber makanan daging.

Tahun 2010, Desa Turtuk telah terbuka untuk wisata. Walau yang hadir sedikit, tapi mereka suka saat ada wisatawan yang hadir serta akan memperkenalkan kehidupan mereka.

Desa Turtuk hidup dengan damai, penduduknya sama-sama bahu-membahu. Mereka juga telah lama mengikhlaskan untuk geser kewarganegaraan jadi orang India.
Share:

Bertemu Putri Duyung di Pantai Samila, Thailand

Di Thailand, pelancong dapat bergaya dengan putri duyung. Tempat itu berada pada Pantai Samila, Songkhla.

Pantai Samila yaitu satu pantai yg namanya baru saya dengar seputar akhir tahun yang lalu. Saya merencanakan ingin berkunjung ke tujuan Thailand yg sedikit orang membicarakannya. Ya, memang di antara unpopular destination atau saja saja yg kurang gaul.



Pantai Samila terdapat di Mueng, Songkhla, Propinsi Songkhla, Thailand sisi selatan. Memang pantai ini benar-benar populer serta diyakinkan jadi satu diantaranya arah beberapa wisatawan yg berkunjung ke Hat Yai. Songkhla serta Hat Yai sendiri berdekatan serta bersebelahan langsung dengan Malaysia.

Saat itu, saya menyewa satu motor dari Hat Yai untuk berkeliling-keliling sepanjang saya ada disana. Pilihan ini saya pikir jadi pilihan paling bijak waktu bertandang kesana. Angkutan umum seperti tuk-tuk akan mahal kalau kita tidak bawa rombongan. Tentulah dengan syarat-syarat yg udah dipenuhi untuk dapat memakai sepeda motor di Thailand.

Lebih kurang satu jam berkendara dari pusat Kota Hat Yai ke Songkhla. Saat itu saya pergi pagi-pagi sekali setelah salat subuh supaya dapat nikmati keadaan pantai yg masih sepi. Ditambahkan cuaca Songkhla waktu itu tengah benar-benar panas.
Untuk menemukannya Pantai Samila tidak demikian sukar. Banyak anjuran arah yg benar-benar menolong dan lantaran garis pantai ini benar-benar panjang. Untuk masuk ke Pantai Samila, kita tidak dipakai ticket apa pun. Meskipun demikian, kondisi pantai ini benar-benar bersih serta beberapa pedagangnya sangat rapi.

Memang di Pantai Samila kita dapat lihat matahari muncul, tetapi lantaran cukup jauh dari penginapan, jadi saya tidak kejar sunrise. Pantai Samila ini dikelilingi oleh Pohon Cemara Udang yg cukup rapat serta rimbun untuk tempat berpiknik berbarengan.

Beruntungnya, saya yg waktu itu hadir benar-benar pagi, jadi dapat rasakan pantai yg seperti pantai pribadi. Memang pesona the golden mermaid sebagai daya tarik beberapa pelancong. Kondisi pantai memang masih sepi tetapi beberapa wisatawan udah mengantre untuk dapat bergaya berbarengan patung putri duyung itu.

Bukan tanpa ada faktor kalau the golden mermaid jadi target beberapa wisatawan. Patung ini miliki legenda serta mitosnya yg kondang di golongan warga Songkhla. Patung putri duyung yg tengah duduk serta menyisir rambut yaitu representasi dari narasi yg melegenda itu.

Legenda Putri Duyung ini sudah pernah di kisahkan dalam karya sastra Thailand pada tahun 1809. Di kisahkan, di Pantai Samila ada Putri Duyung yg tengah duduk di batu besar serta meyisir rambutnya memakai sisir emas. Putri Duyung itu terkejut lantaran ada nelayan yg menyaksikannya. Ia tergesa-gesa pergi, sampai sisir emasnya lantas ketinggalan. Sang nelayan tunggu putri duyung itu untuk kembalikan sisirnya tetapi dia belum pernah tampil .

Untuk menangkap legenda itu, pada tahun 1966 dibikin Patung The Golden Mermaid yg terbuat dari perunggu. Hingga saat ini patung itu masih kukuh, bahkan juga punyai mitos yg kondang di golongan wisatawan.

Mitos itu yaitu kalau kita menggenggam dada The Golden Mermaid, karena itu lambat atau cepat kita dapat kembali ke Pantai Samila. Di antara yakin serta tidak yakin tetapi Pantai Samila yg benar-benar indah serta bikin saya ingin kembali pada sana.

Sayangnya lantaran waktu yg kurang banyak, saya tidak dapat nikmati semua pesona Pantai Samila. Meski sebenarnya ombak pantai ini kondang benar-benar tenang serta pas untuk berenang. Kita dapat juga berkuda memutari bentangan pasir pantai yg putih. Atau kita dapat coba kesibukan olah raga air disana.

Meskipun udah sukses berkunjung ke Pantai Samila, tetapi pantai ini masih jadi satu diantaranya dream destination saya. Pantai ini masih menyimpan banyak keindahan yg ingin saya eksplor lebih jauh kembali. Mudah-mudahan satu waktu dapat kembali ke Pantai Samila.

Awal tahun 2019 ini memang menyenangkan, cari laut hingga harus bersepeda motor di negeri orang. Tidaklah sampai di sini, saya masih ingin lakukan extraordinary traveling di lain tempat. Saya benar-benar sukai laut serta pantai, satu waktu ingin lihat laut di negara lain, Dubai semisalnya.

Dubai miliki begitu banyak pantai. Di mulai dari Pantai Umm Suqeim yg waktu matahari tenggelam bisa potret terpilih Burj Al Arab hingga Al Mamzar Beach Park yg tenang. Tetapi paling ingin tahu dengan warna-warni La Mer Dubai.

Pantai ini miliki kabin mandi warna-warni, ditambahkan dengan taman bermain anak serta banyak cafe dan butik yg estetik. Mudah-mudahan dream destination ke Dubai dapat terjadi pula tahun ini. Berkunjung ke pantai di Dubai seperti extraordinary traveling yg menyuguhkan keadaan laut berlainan.

Beberapa waktu terakhir, Cathay Pacific menempatkan CCTV di semua pesawatnya. Pertimbangannya untuk keamanan penumpang waktu terbang.

Polusi Jakarta belakangan ini dikira beresiko lantaran mutu udara yg jelek. Pengen kabur untuk berlibur sejenak? Ini 5 kota yg bisa saja pilihan.

Dunia penerbangan memang selamanya menarik diulas. Terkini, ada penumpang yg dikasih bangku tanpa ada sandaran di pesawat. Waduh!

Gunung Slamet satu diantara gunung yg kondang serta gunung berapi paling tinggi ke 2 di Pulau Jawa. Ingin tahu dengan realitas menarik Gunung Slamet?

Bagaimana kegiatan Anda sewaktu berkendara saat pagi hari di Jakarta, macet mengagumkan khan? Tetapi, ada kota lain yg dimaksud neraka dunia lantaran kemacetannya.

Di Thailand, pelancong dapat bergaya dengan putri duyung. Tempat itu berada pada Pantai Samila, Songkhla.

Jauh di pedalaman India sana tersimpan narasi yg menyedihkan. Satu desa, yg kehilangan negaranya.

Untuk melestarikan kebudayaan Suku Mandar, Kemenpar menyelenggarakan Lomba Perahu Sandeq 2019. Lomba ini dapat berjalan di Pantai Bahari, Polewali Mandar.

Rute Banyuwangi-Denpasar (PP) kembali dibuka akhir minggu ini. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas percaya diri rute ini bakalan tingkatkan kunjungan wisatawan ke Banyuwangi.

Terminal Pulogebang di Jakarta Timur gak ubahnya dengan terminal lapangan terbang. Jangan bingung, selanjutnya sistem keberangkatan serta kehadiran di terminal itu.

Share:

Jakarta Nggak Seberapa, Ini 'Neraka Dunia' Karena Kemacetannya

Bagaimana kegiatan Anda saat berkendara pada pagi hari di Jakarta, macet mengagumkan kan? Tetapi, ada kota lain yang disebutkan neraka dunia sebab kemacetannya.

Beberapa karyawan di Lagos, Nigeria alami depresi, terbakar serta kecapekan sebab permasalahan jalan raya telah seperti neraka di dunia. Jalan raya disana benar-benar macet.



Dalam satu masalah perjalanan belakangan ini yaitu dari lapangan terbang ke Ajah, di Pulau Lagos yang memiliki jarak kurang dari 50 km. memerlukan waktu delapan jam! Itu dua jam lebih lama dari penerbangan dari Istanbul ke Nigeria.

Selamat hadir di jalan raya ala Lagos, dimana jalan-jalannya terhalang serta juta-an pemakainya frustrasi. Kesukaran berikut yang dirasa setiap harinya di ibu kota Nigeria, kemampuan ekonomi paling besar ke lima Afrika.

Ada juga yang kerja dengan tinggalkan rumah pada jam 05.30 serta sampai dalam tempat kerja pada jam 09.10. Persis dengan Jakarta, beberapa orang di Nigeria terpikat kota itu khususnya sebab fakta ekonomi, kota ini juga ramai serta tidak sehat.

Walau kota paling kecil, Lagos mempunyai populasi perkotaan paling tinggi dengan prediksi populasi 22 juta orang serta terus makin bertambah. Itu lebih dari 2x lipat jumlahnya masyarakat New York atau London Jakarta.

Lebih dari delapan juta orang memakai lima juta kendaraan serta menjejalkannya ke jalanan kecil sekitar 9.100 jalan sehari-harinya. Ini ialah fakta kenapa orang Lagos habiskan rata-rata 30 jam dalam jalan raya tiap minggu atau 1.560 jam per tahun, sesaat pengemudi di Los Angeles serta jalan raya Moskow cuma habiskan 128 serta 210 jam di tahun 2018.

Lagos diproyeksikan jadi kota paling besar di dunia pada tahun 2100 dengan jumlahnya masyarakat sekitar 88,3 juta. Oleh karena itu diperlukan sarana jalan yang lebih baik serta skema transportasi memiliki tinggi.

Musibah kesehatan mental serta produktivitas

Kemacetan jalan raya dengan keributan serta polusi benar-benar bikin rugi kesehatan mental serta fisik. Beberapa ahli kesehatan bahkan juga menyambungkan itu dengan bertambahnya angka bunuh diri di kota itu.

"Mereka tinggalkan rumah jam 4 pagi, bertahan dari jalan raya seperti neraka. Selanjutnya mereka punyai urusan dengan desakan pekerjaan. Tidaklah heran semakin lebih beberapa orang yang menanggung derita kekhawatiran serta stres," kata psikiater Olufemi Oluwatayo.

Beberapa pekerja pun tidak produktif sebab sebelum dalam tempat kerja harus bertahan dalam jalan raya sepanjang lebih dari enam jam tiap hari. Kata eksekutif media, Agnes Marquis dalam satu laporan pada media lokal Pulse, berikut kenapa Anda harus berpikir 2x sebelum ambil pekerjaan di Lagos.

Beberapa perusahaan Nigeria malas memberikan izin karyawan mereka kerja dari rumah. Yang lain ada yang telah meluluskan kerja dari rumah dengan memercayakan aplikasi Slack serta ClickMeeting untuk komunikasi jarak jauh.

Kemacetan jalan raya menghalangi ekonomi di negara sisi serta nasional. Perhimpunan usaha di Lagos saja kehilangan USD 30,5 juta atau Rp 434,7 miliar per bulan. Dampak kemacetan di pelabuhan paling besar Nigeria, Apapa, menelan ongkos sampai USD 19 miliar atau Rp 270,8 triliun per tahun, kerugian itu tambah tinggi dari budget negara Nigeria pada 2016.

Pemerintah ditempat sudah janji mengakhiri permasalahan itu. Bagaimana menurut Anda yang tinggal di Jakarta serta sekelilingnya?
Share:

Arsip Blog