Info Catatan Terkini Yang Selalu Update

Sabtu, 11 Januari 2020

Apa Saja Penyebab Umum Kanker Servik? Yuk, Cari Tahu!

Umumnya kanker serviks muncul ketika sel-sel yang sehat mengalami perubahan atau mutasi genetik. Terjadinya mutasi genetik ini mengubah sel yang awalnya normal menjadi tidak normal, kemudian berkembang secara liar dan membentuk sel kanker. Walau demikian, hingga kini belum diketahui apa yang menyebabkan perubahan pada gen tersebut.



Sel kanker yang tidak segera diberi penanganan, akan menyebar ke jaringan di dekatnya. Penyebaran ini terjadi melalui sistem limfatik, yaitu aliran getah bening yang berfungsi untuk menghasilkan antibodi yang digunakan untuk melawan infeksi. Apabila sudah sampai pada sistem limfatik, sel kanker ini akan menyebar ke berbagai organ tubuh. Nah, proses ini dalam medis disebut dengan metastasis.

Walaupun belum diketahui dengan pasti penyebab umum kanker serviks, ada beberapa hal yang menjadi faktor risiko meningkatnya kanker ini.

  1. Faktor utama yang menyebabkan kanker servik adalah adanya sekelompok virus yang disebut HPV atau human papilloma virus yang menginfeksi leher rahim. Selain daerah kelamin, HPV juga dapat menyebar dan menginfeksi kulit dan membran mukosa di mulut, tenggorokan, serta anus.
HPV pada kanker serviks dapat menular melalui hubungan seksual dan penularan ini semakin berisiko apabila seks yang dilakukan berganti-ganti pasangan, hubungan seks pada usia dini, individu dengan kekebalan tubuh lemah semisal pada pasien HIV/AIDS, serta penderita infeksi menular seksual, seperti klamidia, gonore, dan sifilis.

Pada kebanyakan kasus, infeksi HPV dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun, pada sebagian wanita, infeksi HPV menyebabkan perubahan tidak normal pada sel di rahim. Perubahan tidak normal ini disebut cervical intraepithelial neoplasia yang disingkat CIN, yaitu sebuah kondisi pra-kanker yang suatu saat akan berkembang menjadi kanker bila tidak segera diberi penanganan. Meski demikian, diketahui hanya 5% saja infeksi HPV yang mengalami perkembangan menjadi CIN dalam kurun waktu 3 tahun. Perkembangan dari CIN menjadi kanker serviks dapat terjadi dalam kurun waktu 5 hingga 30 tahun.

Dilansir dari laman Alodokter, penelitian menunjukkan, lebih dari 99% masalah kanker serviks terkait dengan HPV. Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa tidak semua HPV menyebabkan kanker serviks. Dari 100 lebih tipe virus HPV, hanya 15 tipe saja yang terkait dengan kanker serviks, terutama HPV 18 dan HPV 16.

  1. Faktor lainnya yang kemungkinan memicu kanker serviks adalah kebiasaan buruk merokok. Wanita yang suka merokok dua kali lebih berisiko terserang kanker serviks dibandingkan wanita yang sama sekali tidak merokok. Zat kimia yang terkandung di dalam rokok dapat masuk ke aliran darah, dan hal ini dapat memengaruhi sel tubuh serta memicu berbagai kanker, salah satunya kanker serviks.
Selain dua faktor risiko di atas, beberapa penyebab umum kanker servik lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker serviks, dilansir dari laman Honestdoc adalah sebagai berikut:

  1. Berat badan berlebih atau obesitas.
  2. Kurang mengonsumsi buah dan sayuran.
  3. Mengonsumsi obat pencegah keguguran atau dietilstilbestrol dalam masa kehamilan.
  4. Mengonsumsi pil KB selama 5 tahun atau lebih.
  5. Melahirkan lebih dari 5 anak.
  6. Riwayat kanker serviks dalam keluarga.
  7. Kebiasaan merokok.
  8. Imunosupresi atau pengobatan untuk meningkatkan sistem imun pada penderita HIV/AIDS.
  9. Infeksi penyakit kelamin klamidia.
  10. Minum pil KB secara terus-menerus.
  11. Hamil dan melahirkan pada usia terlalu muda.
Pola hidup seksual yang tidak sehat, seperti sering berganti-ganti pasangan dalam hubungan seksual, tidak menggunakan kondom, sering menggunakan sex toys, atau berhubungan seks di tempat yang tidak higienis.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog